Your Ad Here

Wednesday, November 12, 2008

KACANG GORENG

Kacang goreng adalah istilah untuk kacang tanah berpolog yang diolah melalui proses sangrai. Kacang goreng dapat disimpan lama karena kada airnya rendah.

Bahan

Kacang tanah, Pasir digunakan sebagai bahan bantu dalam penyangraian yaitu untuk lebih meefektikan pengantaran panas ke kacang tanah.

Cara Pembuatan

Persiapan

Polong yang baru dipanen dicuci bersih, kemudian dijemur sampai kering.

Penyanggraian

Penyanggraian dengan Wajan

Setelah kering, polong dimasukkan ke dalam wajan, kemudian ditambahkan pasir (separo volume polong yang digunakan), kemudian api dinyalakan. Selama apenyangraian dilakukan pengadukan sampai isi polong (biji kacangI matahari dan kering.

Penyaringan dengan Alat Penyangrai

Polong dimasukkan ke dalam selinder alat penyangrai. Setelah selinder ditutup kembali, selinder diputar dan api dinyalakan. Proses ini dilakukan sampai polong (biji kacang menjadi matang dan kering).

Pengemasan

Kacang goreng dikemas di dalam kantong plastik atau kotak kaleng yang tertutup rapat.
DODOL PISANG

Bahan-bahan

Pisang yang telah matang konsumsi, dan daging lunak (1 kg), Gula pasir putih bersih. (0,25 kg). Bahan ini digiling sampai halus. Gula merah (100 gram). Bahan ini digiling sampai halus. Garam dapur halus dan putih bersih (10 gram), Tepung ketan (50 gram), Santan kental (450 ml), Natrium benzoat (1 gram), Lemak sapi (secukupnya). Lemak padat sapi dibersihkan dari jaringan daging, dan dipotong kecil-kecil. Setelah itu potongan lemak dimasak dalam panci atau wajan sampai mencair. Setelah mencair, lemak cair panas ini disaring dengan kain saring secara cepat. Setelah itu, lemak dipanaskan lagi sambil diaduk-aduk. Busa yang timbul dibuang.

Cara Pembuatan

Pembuatan adonan dodol. Pisang dikupas, kemudian digiling sampai halus. Setelah itu ditambahkan gula pasir, gula merah, tepung ketan, santan kental dan natrium benzoat. Campuran ini diaduk sampai rata. Campuran ini disebut dengan adonan dodol. Pemasakan adonan. Adonan dimasak di dalam wajan sambil diaduk. Pengadukan dilakukan sampai adonan menjadi liat, berminyak dan tidak lengket. Hasil pemasakan ini disebut dengan adonan dodol masak. Pencetakan. Adonan dodol masak diangkat dari wajan, kemudian dimasukkan ke dalam cetakan berbentuk baki dengan ketinggian 1-2 cm. Adonan ditekan-tekan agar padat dan rata. Sebelum adonan dimasukkan, permukaan dalam baki dialasi dengan plastik atau daun pisang. Penjemuran. Adonan dodol di dalam cetakan dijemur sampai agak kering atau dikeringkan dengan alat pengering. Pemotongan dan pelapisan dengan lemak. Dodol yang telah mengeras dipotong-potong, kemudian dicelupkan ke dalam lemak sapi yang sedang mencair, dan segera diangkat. Dodol ini dibiarkan beberapa saat sampai lemak pada permukaannya mengeras. Pengemasan. Potongan-potongan dodol dibungkus dengan kertas minyak, kertas kue atau plastik. Setelah itu, dodol dikemas di dalam kantong plastik.
Kacang Atom

Bahan-bahan

Kacang tanah 2 kg, Tepung tapioka 2 kg, Garam dapur 10 sdt, Bawang putih 50 gr, tepung tawas 4 sdt, air 2,5 ltr, penyedap 1 sdt

Membuatnya

Tepung tapioka sebanyak 1/10 bagian dilarutkan dengan air sebanyak 2,5 liter dan dipanaskan sampai menjadi bubur.

Bumbu-bumbu seperti garam dapur, bawang putih dan vetsin (ajinomoto/ sasa) ditumbuk sampai halus.

Bumbu-bumbu yang telah ditumbuk dan tepung tawas dicampur dengan bubur tepung tapioka, lalu diaduk sampai rata. Setelah itu 1/3 bagian dari bubur ini dicampur dengan kacang tanah dan diaduk sampai rata. Proses ini diulangi sebanyak tiga kali, sampai bahan yang diperlukan terpenuhi.

Kacang -tanah yang telah dicampux dengan adonan diletakan pada tampah yang telah ditaburi dengan 3/10 hagian tepung tapioka. Kemudian tampah tersebut digoyang-goyang (diinteri), dengan tujuan untuk melekatkan tepung dengan campuran tersebut. Proses ini diulangi sebanyak tiga kali, sampai bahan yang diperlukan terpenuhi.

Setelah pencampuran dan penggoyangan, akan diperoleh kacang yang berselaput tepung dan kacang inipun digoyang-goyangkan pada kalo.

Kacang berselaput tepung ini digoreng dengan minyak. Bila sudah matang (+ 3 menit), dinginkan dan kemudian bungkus dengan plastik.

Selesai digoreng dan dibungkus, kacang atom telah jadi dan siap untuk dikonsumsi atau dipasarkan.
Bolu Kukus (Tepung Singkong)

Bahan-bahan
350 g gula pasir, 1,5 gelas air (1 kaleng indomilk), 2 butir telur, 0,5 sdm ovalet, 200 gr tepung terigu, 200 gr (tepung singkong) diayak dan dicampurkan, 2 sdm susu bubuk/skm, 1 sdt coklat bubuk, kertas roti 1 lembar, essence cocca.

Membuatnya
Campur tepung terigu, susu, dan tepung singkong sampai rata. Telur, gula, ovalet dan air dikocok sampai putih dan kembang (kaku). Masukkan tepung sedikit demi sedikit sambil terus diaduk sampai rata. Masukkan ke dalam cetakan bolu kukus yang sudah diberi alas kertas roti, di bagian atasnya tanbahkan adonan coklat. Kukus dalam air mendidih selama 10-15 menit atau sampai tercium bau harum.
Bika Ambon (Tepung Singkong)

Bahan-bahan

1,5 sdm fermipan, 100 g terigu, 5 kuning telur, 300 gr tepung ubi kayu, 100 gr tepung aci (sagu), 400 gr gula pasir, 1 sdt soda kue, 0, 25 sd t vanili, 1 sdt garam, 750 cc santan kental matang dingin, daun jeruk purut, dan sereh, pandan, pewarna kuning telur.


Membuatnya
Fermipan dan 350 cc santan dicampurkan, biarkan 5 menit. Campurkan aci, terigu, tepung singkong, gula, telur, soda, garam, vanili diaduk sampai rata dan bagus, lalu dimasukkan santan yang 400 cc terus diamkan 2 atau 3 menit. Panggang sampai matang.

Friday, November 7, 2008

TAUCO

BAHAN

Kedelai, Tepung beras, Laru tempe, Garam.

CARA PEMBUATAN

Kedelai dibersihkan dan dicuci sampai bersih. Kemudian kedelai direndam di dalam air bersih selama 12-24 jam. Pengupasan dan pembuangan kulit. Kedelai dimasukkan ke dalam karung atau bakul, kemudian diinjak-injak sehingga terbelah dua, dan kulit biji terkelupas. Kulit biji dibuang, dan biji dicuci sampai bersih. Pengupasan dan pembuangan kulit-kulit juga dapat dilakukan dengan menggunakan mesin. Biji direbus selama 1-2 jam. Kemudian ditiriskan. Biji kedelai yang telah ditiriskan, ditambah dengan tepung beras. Sebelumnya, tepung beras ini telah disangrai. Tiap 10 kg kedelai ditambah dengan tepung beras sebanyak 2 kg. Pengadukan dilakukan agar kedelai dan tepung beras tercampur rata. Campuran kedelai tepung beras ditaburi dengan ragi tempe (1 gram tempe untuk tiap kg kedelai), diaduk agar tercampur rata, dan selanjutnya dihamparkan diatas tampah setinggi 2-3 cm. Campuran ini ditutup dengan daun pisang. Tampah diletakkan di atas para-para yang terlindung dari serangga, panas dan hujan. Fermentasi ini berlangsung selama 2-3 hari sampai terbentuk tempe yang lebat pertumbuhan kapangnya. Tempe disuir-suir atau dilepaskan butiran-butirannya. Setelah itu butiran tempe dijemur sampai kering.

Penyiapan larutan garam 20%. Untuk membuat 10 liter larutan garam 20% dilakukan dengan cara berikut. Garam sebanyak 2 kg dimasukkan ke dalam ember, kemudian ditambahkan air sedikit demi sedikit sambil diaduk sampai volume larutan menjadi 10 liter.

Butiran tempe kering direndam di dalam larutan garam. Tiap kg kedelai membutuhkan larutan garam sebanyak 1 liter . Prendaman di lakukan di dalam wadah perendam selama 2 minggu. Hasil fermentasi disebut dengan tauco mentah.

Penyiapan bumbu. Gula merah diiris-iris, kemudian dilarutkan dengan air (tiap kg kedelai membutuhkan 250 gram gula merah, dan 25 ml air untuk melarutkan gula tersebut). Jahe dan lengkuas dikupas kemudian dipukul-pukul sampai memar (tiap kg kedelai membutuhkan jahe dan laos, masing-masing 20 gram), dan (3). Jahe dan lengkuas dimasukkan ke dalam larutan gula, kemudian dimasak sampai mendidih dan disaring dengan kain saring. Larutan ini disebut larutan gula berbumbu, dan digunakan untuk membumbui tauco.

Pembumbuan dan perebusan tauco. Tauco mentah ditambah dengan larutan gula berbumbu. Kemudian tauco mentah dididihkan selama 3-4 jam sehingga cairan tauco mengental. Hasil perebusan ini disebut sebagai tauco masak. Tauco masak dapat ditambah dengan monosodium glutamat sebanyak 1 gram untuk tiap kg tauco, agar memberikan rasa yang lebih sedap terhadap masakan.

Tauco masak ditambah dengan bubuk natrium benzoat agar dapat disimpan lama. Tiap kg tauco masak membutuhkan 1 gram natrium benzoat. Tauco masak dikemas di dalam kantong plastik dan mulut kantong diikat dengan gelang karet kuat-kuat.

MANISAN BUAH

BAHAN

Buah setengah matang 10 kg, Gula pasir 5 kg + ½ kg untuk tambahan pembuatan sirup, Kapur sirih 1 sendok teh, Natrium benzoat 4 sendok teh, Garam dapur 15 gram, Panili 2 sendok, Air bersih 7 liter

CARA PEMBUATAN

Kupas buah kemudian iris-iris dengan ukuran ± 2 x 2 cm (Untuk buah yang keras, rebus irisan dalam air mendidih selama 3 menit lalu tiriskan). Rendam dalam air panas (50 gr dalam 1 lt air) selama 2 jam lalu tiriskan. Rendam lagi dalam air kapur (1 sendok makan kapur sirih dalam 1 ½ lt air) selama 24 jam, lalu tiriskan. Masukkan gula pasir dalam 2 ½ lt air, aduk sampai rata. Tambahkan garam dan natrium benzoat lalu panaskan hingga mendidih. Masukkan potongan buah tersebut ke dalam larutan gula yang sedang mendidih sampai buah tersebut setengah matang. Angkat panci dari tungku atau kompor dan diamkan (rendam) 1 malam, lalu tiriskan. Panaskan air gula sisa penirisan dan tambahkan panili lalu masukkan lagi potongan buah tersebut. Angkat panci dari tungku atau kompor dan diamkan satu malam. Paginya tiriskan, untuk mendapatkan manisan buah (Tambahkan gula ½ kg pada air gula sisa penirisan terakhir lalu panaskan sampai kental dan dinginkan untuk dijadikan sirup). Jemur manisan basah hasil penirisan hingga kering (± 3 hari), untuk mendapatkan manisan kering. Masukkan manisan tersebut dalam plastik lalu tutup dengan lilin hingga rapat.